Ada sms masuk ke HP-ku... dari
Mas Nurcholis , beliau bilang kalau ada email untukku... Aku buka email.. ternyata isinya titipan tulisan tentang Krisis Keuangan..dan belau minta aku posting di MP.. untuk sharing ke temen-temen semua... Semoga bermanfaat yaa..

-----------------
Seharusnya saya nulis blog tentang ini di MP. tetapi berhubung lagi riweuh.. dan akses internet di kantorku lagi over loaded karena “panasnya” bursa. maka saya kirim ke kamu… tolong postingin di Blog MP-mu yah....
buat sharing info sama temen-temen...
Sebelumnya saya minta maaf buat temen-temen yang terlanjur memegang reksadana & saham. Saya pernah nulis tentang investasi... tentang reksadana dan saham...
Mungkin ada teman yang telah berinvestasi di reksadana karena terpengaruh tulisan saya.. langsung atau tidak langsung.. atau karena memang sudah terbiasa main reksadana atau saham. Tapi setiap saya nulis, saya selalu ingatkan bahwa semua investasi mengandung resiko. Semakin tinggi return yang diharapkan .. semakin tinggi resikonya.
Dan semua keputusan menjadi tanggung jawab investor masing-masing. Hal ini tertulis di semua PROSPEKTUS tentang investasi.
Krisis apa yang sedang terjadi ?
Awal Krisis
Akhir 2006, Amerika diguncang oleh krisis subprime mortgage. Apa itu... ? dalam bahasa sederhana adalah Kredit Macet sektor Perumahan. Subprime mortgage, adalah kredit yang tingkatnya dibawah prime , artinya sebenarnya kredit itu diberikan kepada nasabah yang ”kurang layak ” mendapatkan kredit, tetapi karena returnya tinggi, pasarnya besar.. dan booming sekitar tahun 2001 – 2005, maka banyak sekali lembaga keuangan yang tergiur untuk masuk dalam subprime ini. Kredit ini saat ini macet, banyak lembaga keuangan yang terseret, dan jadi korban. Yang terbesar adalah Lehmann Brothers, suatu perusahaan lembaga keuangan terbesar ke-4 di US, bangkrut karena kesulitan likuiditas.
Krisis ini mempunyai dampak spiral ke seluruh dunia. Mengapa ? karena hampir semua negara berhubungan langsung atau tidak langsung dengan amerika.
China sebaga pemasok barang terbesar ke amerika tidak bisa jualan.. karena amerikanya sedang sakit. Demikian juga dengan negara lain.. yang mempunyai eksport ke amrik...
Di indonesia mungkin industri perikanan, kerajinan, furniture dan textil bisa kena dampaknya. Tapi yang akan terkena pertama adalah industri keuangan, perbankan, lembaga pembiayaan, karena likuiditas.
Minggu lalu, pemerintah US berusaha mengobati penyakitnya dengan memberikan dana talangan sebesar USD 700 milyar... (atau sekitar Rp 6.650.000.000.000.000) banyak amat ya nol nya... (Jauh lebih besar dari bantuan IMF saat nolongin krisis indonesia tahun 97-98). Apa akibatnya ?... Likuiditas (USD) terserap untuk pulang ke kampungnya (US).
So what getto lo ? Wong saya gak punya dolar juga...
Sayangnya biarpun kita gak punya dolar.. tetapi ternyata system ekonomi kita banyak bersandar pada dolar.
Pemain di bursa kita, sekitar 67% - 70% adalah asing. Artinya duit yang muter di bursa kita 70% milik asing. Nah sekarang Asing kabur.. mengobral saham-sahamnya untuk mendapatkan cash.. dan pulang kampung. Makanya bursa kita babak belur....
Perusahaan-perusahaan eksportir kita gak bisa eskpor... Dollar langka... mangkanya bakal melejit..
Barang-barang yang ”harus impor”.. harganya bakal melejit juga..
Perbankan bakal mengerem penyaluran kreditnya.. efeknya sektor riil / dunia usaha akan kesulitan likuiditas dst..dst..dst..
Buat teman-teman yang memegang saham / reksadana.., kalo masih mungkin... keluar dulu. Tetapi jika gak tega karena harganya sudah tenggelam terlalu dalam.... ya biarkan saja... mungkin perlu bersabar untuk nunggu bangkit di akhir tahun 2009... Turut prihatin..
Semoga ini tidak akan menjadi seperti kerisis 97 -98, karena pokok masalah ada di US sana... sedangkan tahun 97-98, pokok masalah ada di sini..
Take care...
NC